Aku ada tuk Dunia

Catatan diriku yang sedang resah

no title

kenikmatan yang dialami sekarang adalah hasil dari kerja keras kita di masa lalu, contoh saja, dulu kita berjuang mati2-an masuk ugm ato di terima lah sesuai dengan keinginan kita, dan sekarang kita bisa menikmatinya..
so sekarang kita harus kerja keras tuk menikmati masa depan kita. apa yang kita inginkan di masa depan adalah hasil dari kerja keras kita sekarang..
so ayo semangat..penyesalan datangnya belakangan. kerja keraslah sekarang pastilah nanti ato ke depan kita akan menikmatinya…tiada hari tanpa kerja keras, dengan 3m, mulai saat ini juga!!!
ayo ndang kerjakan skripsinya!!:D

Mei 15, 2009 Ditulis oleh jaluarif | 1 | | & Komentar

kecanduan chating???

tiap hari tidak pernah lepas dari hp.
tiap hari pegang hp dan langsung buka aplikasi terus open ymtiny dan chating di mulai.
ada yang bilang chating tu buang-buang waktu..
tapi memang ada kelebihan dan tidak selalu chating itu salah. salah satunya alhamdulillah dengan chating jualan laptopku jadi lancarrr..:D
so apa yang salah dengan chating??
ada yang tau jawabanya..???

Mei 15, 2009 Ditulis oleh jaluarif | 1 | | & Komentar

andai ah andaikan sja..

Maret 16, 2009 Ditulis oleh jaluarif | 1 | | & Komentar

Andai jodohku akhwat Palestina

Maksodloeh??

Februari 24, 2009 Ditulis oleh jaluarif | 1 | | & Komentar

KaPe

Afwan alias maaf buat para blogger yg telah menunggu lama tulisan ini, coz sesuai judul blogku, saat resah baru saya nulis..:D

Alhamdulillah KaPe atau kerenya kerja praktek sudah selesai, sudah lama memang, hampir 1 bulan yang lalu. Tepatnya akhir november, finally, saya telah menyelesaikan kape ini dengan mendapatkan nilai hmm (gak tau nilainya coz di tutup amplop rapat but ketoe A..:D).

Banyak pengalaman, ilmu, dan teman-teman baru yang di dapat dalam kape ini. Akan Saya ceritakan satu-satu. Di mulai dari pengalaman. Yang paling seru, ketoe pas jalan-jalan ke kilang-kilang di pertamina. Ada FOC I, FOC II, LOC I, II, III, dll. Banyak pengalaman yang di dapat dari jalan-jalan tersebut (tepatnya gak jalan-jalan, tapi mungkin mengambil data di lapangan..) but yang paling berkesan akhirnya Alhamdulillah mimpi yang dulu pernah saya impikan untuk masuk daerah kilang pertamina terwujud juga. Bayangkan dulu hampir tiap hari selama 3 tahun lewat di depan daerah kilang itu tapi gak tau apa isinya, dan apa aja yang di kerjakan di dalamnya ( coz sma saya yg penuh kenangan itu ada di sebelah kilang pertamina) dan akhirnya walaupun belum jadi karyawan (nah ni mimpi yg blm terwujud :D ) bisa masuk dan mempelajari kilang-kilang PT Pertamina UP IV Cilacap atas nama mahasiswa dengan cover KaPe.

Kedua, saya banyak mendapatkan ilmu tepatnya mungkin ilmu terapan dari teori-teori yang ada di kampus. Dan kesimpulanya adalah PT Pertamina (persero) UP IV Cilacap menggunakan fire & gas detection system yang terintegrasi dengan baik, Fire surpression system menggunakan FM-200 yang memiliki rumus kimia (CF­­­3CHFCF3-heptaflouropropane). Dimana FM-200 tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak menghantarkan listrik (Electrically non conductive) serta aman terhadap lingkungan hidup kita, Salah satu sumber air yang digunakan untuk memadamkan api di PT Pertamina UP-IV adalah air laut, yang mudah di dapat dan tak terbatas. Akan tetapi mempunyai kekurangan yaitu akan membuat alat-alat yang digunakan mudah korosi oleh air laut, Pemeliharaan yang teratur dan terjadwal dengan baik, menjadikan alat-alat pada fire & gas detector system tetap handal dapat berjalan sempurna. Nah itu kira-kira kesimpulan ilmu yang saya dapat selama di KaPe dan itu juga merupakan kesimpulan dari laporan KaPe saya yang lebih banyak mempelajari sensor dan aktuatornya.(pengin tau lebih banyak saya ada softcopy tu klo mau…).

Ketiga, teman-teman KaPe yang seru, ramah, pokoe senasib dan seperjuangan lah.oke tak kenalin teman-teman KaPe saya. Selain my best friend Agus dan Candra yang juga tinggal bareng selama KaPe. Ada juga prima dan said (dari unsoed) yang guyonan-e ngapak banget. Dan juga ada teman-teman KaPe 1 angkatan tapi beda penempatan. Totalnya ada sekitar 40-an mahasiswa KaPe. Jumlah yang cukup banyak tuk kerja praktek (coz normalnya maksimal 30 orang). Dan saya, candra, said, dan prima pas penempatan di bagian penrel atau pengendalian reliabilitas. Saya dan candra di fokuskan lagi di bagian instrumentasinya.

Finally, setelah 2 bulan lebih kerja praktek dan di tambah penyelesaian laporan kp, alhamdulillah KaPe selesai juga dengan nilai memuaskan (amiin..:D). Thanks to pembimbingku di lapangan, dosen pembimbing, teman-teman kape-ku, teman-teman yang bantu ijin di kampus, dan yg paling penting buat ortu dan kakak-ku yang selalu mendukung sehingga kape ini selesai juga..

Oke temen-temenku blogger ni cerita kape-ku, sesuai dengan janjinya, di tunggu commenya..:D

Desember 25, 2008 Ditulis oleh jaluarif | tulisankoe | | & Komentar

save our forest

In many country especially developing country have a lot of forests. For example, in southern asia especially in Indonesia. Indonesia has thousand of island. And almost of there have a lot of forests. Although Indonesia have a lot of forests, indonesia doesn’t have power in law, especially forests rule or the law of forests. Because of that, almost forests in indonesia began disappeare. In fact, People in developing country especially poor people need money to life. Usually they use short think to cut the forests. And sells wood to another company that not responsible. FAO said that More than half of Indonesia’s forests are allocated for timber production on a selective felling basis. Many logging concessions override traditional patterns of land ownership or use rights. Lack of corporate oversight and accountability means that forestry management is poorly supervised and, over time, many production forests have been overexploited. The government now classifies nearly 30 percent of surveyed logging concessions as being in a “degraded condition.” Below a productivity threshold, degraded concessions are vulnerable to reclassification to a category that allows plantation operators to apply for a conversion license. If granted, the forest may then be cleared completely and converted to a timber or estate crop plantation. And it can be dangerous, because if forests start to disappeare, a lot of disaster waiting us. For example flood, wind erosion, smoke, etc. So we have to save our forest since forest contributes a habitat for animals and plants, balances the global weather pattern, and prevents flood and soil erosion.

Forests contribute a habitats for animals and plants. Because animals and plants live in forests especially many famous rare animals and plants live in forests. For example, sumatra tigers in sumatra, cenderawasih bird in papua. And they life peacely if the forest aren’t destroyed by human. Because of forest began disappeare, animals and plants especially rare animals and plants began extict. If animals and plants are extinct, it can disturb food chain. In the world, there have food chain. If the food chain destroy or disturbed, it can be dangerous. The number of animals one and the another one not same or more.

Forests can balance the global weather pattern. In indonesia, it has 2 season, rainy season and dry season. Because of forest destroyed by people, the seasons of the world have changed. Especially in Indonesia. The season of indonesia has change.

Forest consist of animals and plant. Plants or vegetation in forests can absorb an enermous quantity of the sun’s heat. So This vegetation also abserbs carbon dioxide in the air.

Forests can prevent flood and soil erosion. Because The root of plants keep the soil safe from both water and wind erosion. And if the root is strong, it can keep the soil from flood.

The conclusion is to prevent these things from happening, we must really help save forests!are u agree??

Please add ur comment, in english please..:D

Desember 25, 2008 Ditulis oleh jaluarif | tulisankoe | | & Komentar

kape

akan ada tulisanya nanti..:)

Oktober 22, 2008 Ditulis oleh jaluarif | tulisankoe | | & Komentar

robot terkecil di dunia

Walau tak lebih besar dari jempol tangan, robot pintar yang dilengkapi dengan sensor infra merah ini bisa berjalan dengan gagahnya. Tak hanya berjalan, robot super kecil ini pun bisa bermain sepak bola.

Untuk pertama kalinya, robot kecil nan pintar ini dipamerkan perusahaan pembuat mainan Tomy Co. di perhelatan Robo Japan 2008 di Yokohama, 11 hingga 13 Oktober 2008.

Tak hanya robot biasa, dikatakan Japantimes dan dikutip detikINET, Senin (13/10/2008), robot berukuran 3,4 cm bernama Robo-Q ini diklaim sebagai perangkat artificial intelligence.

Dikatakan demikian karena Robo-Q mampu mendeteksi barang-barang disekitarnya dengan sensor infra merah yang tertanam di dalamnya. Robo-Q juga bisa bermain game sepak bola antar sesamanya dengan menggunakan alat pengontrol.

“Ini adalah sebuah mainan yang bisa dinikmati orang tua dan anak-anak,” jelas Gen Nagashima, manager Tomy Co. bagian mainan anak laki-laki.

Robo-Q tersedia dalam 4 warna dan akan mulai dijual secara komersial di Jepang bulan Februari mendatang. Menurut pihak Tomy Co., Robo-Q akan dibanderol sebesar 3500 Yen atau sekitar Rp340.000. Setelah Jepang, Robo-Q juga akan menghampiri pasar Amerika Serikat dan negara Asia lainnya.

Robo-Q merupakan salah satu dari sekitar 100 inovasi robot lain yang dipamerkan di Robo Japan 2008. Lebih dari 40 perusahaan, tim periset dan universitas di Jepang memamerkan inovasi dan karya mereka di perhelatan akbar khusus robot di Yokohama tersebut.

Oktober 13, 2008 Ditulis oleh jaluarif | artikel | | & Komentar

bersyukurlah kita seorang muslim..

Senin, 13 Okt 2008 11:34

“Saya tidak bisa menemukan jawaban-jawabannya di Alkitab. Begitu saya sadar bahwa Trinitas cuma sebuah mitos dan bahwa Tuhan cukup kuat untuk “menyelamatkan” seseorang tanpa membutuhkan bantuan dari seorang anak atau siapapun, atau apapun.

Semuanya kemudian berubah. Keyakinan saya selama ini terhadap ajaran Kristen runtuh. Saya tidak lagi mempercayai ajaran Kristen atau menjadi seorang Kristiani.”

Jalan untuk meraih cita-citanya sebagai pastor atau pemimpin misionaris terbuka lebar, namun jalan yang terbentang itu justru membawanya untuk mengenal Islam. Sehingga ia akhirnya memutuskan untuk menjadi seorang Muslim dan melepaskan semua ambisinya, meski pada saat itu ia sudah menjadi pembantu pastor. Dia adalah Abdullah DeLancey, seorang warga Kanada yang menceritakan perjalanannya menjadi seorang Muslim.

“Dulu, saya adalah penganut Kristen Protestan. Keluarga saya membesarkan saya dalam ajaran Gereja Pantekosta, hingga saya dewasa dan saya memilih menjadi seorang jamaah Gereja Baptist yang fundamental, ” kata DeLancey mengawali ceritanya.

Menurutnya, sebagai seorang Kristen yang taat, kala itu dia kerap terlibat dengan berbagai aktivitas gereja seperti memberikan khotbah pada sekolah minggu dan kegiatan-kegiatan lainnya. “Saya akhirnya terpilih sebagai pembantu pastor. Saya benar-benar ingin mengabdi lebih banyak lagi pada Tuhan dan memutuskan untuk mengejar karir sampai menjadi seorang Pendeta,” tutur DeLancey yang kini bekerja memberikan pelayanan pada para pasien di sebuah rumah sakit lokal.

Keinginannya, sebenarnya menjadi seorang Pastor atau menjadi seorang misionaris. Namun ia berpikir, jika menjadi seorang Pendeta maka akan memperkuat komitmen hidupnya dan keluarganya pada gereja secara penuh. DeLancey pun mendapatkan beasiswa untuk mengambil gelar sarjana di bidang agama.

“Sebelum mengikuti kuliah di Bible College, saya berpikir untuk lebih menelaah ajaran-ajaran Kristen dan saya mulai menanyakan sejumlah pertanyaan-pertanya an serius tentang ajaran agama saya. Saya mempertanyakan masalah Trinitas, menagapa Tuhan membutuhkan seorang anak dan mengapa Yesus harus dikorbankan untuk menebus dosa-dosa manusia seperti yang disebutkan dalam Alkitab,” ujar DeLancey yang dikaruniai tiga anak dari perkawinannya selama hampir 20 tahun.

Hal lainnya yang menjadi tanda tanya bagi DeLancey, bagaimana bisa orang-orang yang disebutkan dalam “Kitab Perjanjian Lama” bisa “selamat” dan masuk surga padahal Yesus belum lahir. “Saya dengan serius merenungkan semua ajaran Kristen, yang selama ini saya abaikan,” sambung DeLancey. Ia mengakui tidak mendapatkan jawaban yang masuk akan dan cukup beralasan atas semua pertanyaan-pertanya an yang menjadi dasar ajaran Kristen itu.

“Lantas, untuk apa Tuhan memberikan kita akal yang luar biasa jika kemudian kita tidak boleh menggunakannya. Itulah yang perintahkan agama Kristen, agama Kristen meminta kita untuk tidak menggunakan akal ketika menyatakan bahwa Anda harus punya keyakinan. Sebuah keyakinan yang buta,” kata DeLancey, mengenang pengalamannya di masa lalu.

Sejak itu, DeLancey sadar bahwa selama ini ia sudah menelan ajaran Kristen dengan secara buta dan tidak pernah mempertanyakan hal-hal yang sebenarnya membuatnya bingung. “Saya sama sekali tidak pernah menyadarinya, ” ujar DeLancey.

“Saya tidak bisa menemukan jawaban-jawabannya di Alkitab. Begitu saya sadar bahwa Trinitas cuma sebuah mitos dan bahwa Tuhan cukup kuat untuk “menyelamatkan” seseorang tanpa membutuhkan bantuan dari seorang anak atau siapapun, atau apapun. Semuanya kemudian berubah. Keyakinan saya selama ini terhadap ajaran Kristen runtuh. Saya tidak lagi mempercayai ajaran Kristen atau menjadi seorang Kristiani.”

“Saya meninggalkan gereja untuk selamanya dan istri saya mengikuti langkah saya, karena ia juga mengalami hal yang sama dalam menerima ajaran-ajaran Kristen. Inilah yang akan menjadi awal perjalanan spritual saya, ketika itu saya tanpa agama tapi tetap percaya pada Tuhan,” papar DeLancey.

Hidayah Itupun Datang

DeLancey mengakui, saat-saat itu menjadi saat-saat yang sulit bagi dirinya dan keluarganya yang selama ini hanya tahu ajaran Kristen. Namun ia terus mencari kebenaran dan mulai mempelajari berbagai agama. DeLancey tetap menemui kejanggalan- kejanggalan dalam agama-agama yang dipelajarinya, sampai ia mendengar tentang agama Islam.

“Islam !!! Apalagi itu? Sepanjang yang saya ingat, saya tidak pernah mengenal seorang Muslim dan tidak pernah mendengar Islam, bahkan pembicaraan tentang Islam sebagai salah satu agama di tempat saya tinggal di Kanada kecuali cerita-cerita buruk tentang Islam. Ketika itu, saya sama sekali tidak mempertimbangkan Islam,” tutur DeLancey.

Tapi kemudian, DeLancey mulai membaca-baca informasi tentang Islam dan mulai membaca isi al-Quran. Isi al-Quran itulah yang mengubah kehidupannya sehingga ia tertarik untuk membaca segala sesuatu tentang Islam. Beruntung, DeLancey menemukan sebuah masjid yang letaknya sekitar 100 mil dari kota tempat tinggalnya.

“Saya lalu membawa keluarga saya ke masjid ini. Dalam perjalanan, saya merasa gugup tapi juga dipenuhi semangat dan saya bertanya pada diri sendiri, apakah saya akan diizinkan masuk ke masjid karena saya bukan seorang Arab atau Muslim,” kisahnya.

Setelah sampai di masjid, saya pun merasa bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Ia dan keluarganya disambut hangat oleh seorang Imam dan sejumlah Muslim di masjid itu. “Mereka sangat baik. Tidak seburuk berita-berita tentang Muslim,” aku DeLancey.

Di masjid itu, DeLancey diberi buku yang ditulis oleh Ahmad Deedat dan ia diyakinkan bisa menjadi seorang Muslim. DeLancey membaca semua material-material tentang Islam dan sangat menghargai pemberian itu, karena di perpustakaan di tempatnya tinggal hanya ada empat buku tentang Islam.

“Setelah mempelajari buku-buku itu, saya sangat syok. Bagaimana bisa saya menjadi seorang Kristiani begitu lama dan tidak pernah mendengar ada kebenaran? Saya akhirnya meyakini Islam dan ingin masuk Islam,” kisah DeLancey.

Ia kemudian mengontak komunitas Muslim di kotanya dan pada 24 Maret 2006 saya pergi ke masjid dan mengucapkan syahadah beberapa saat sebelum pelaksanaan salat Jumat, dengan disaksikan komunitas Muslim di kotanya.

“Saya mengucapkan La illaha ill Allah, Muhammadur Rasul Allah, tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Saya pun menjadi seorang Muslim. Hari itu adalah hari paling indah dalam hidup saya. Saya mencintai Islam dan merasakan kedamaian sekarang,” tukas DeLancey mengingat kembali saat-saat ia menjadi seorang Mualaf.

DeLancey mengakui, ia dan keluarganya menghadapi masa-masa sulit setelah memutuskan memeluk Islam terutama dari teman-temannya yang Kristen dan dari kedua orangtuanya. Ia tidak diakui lagi sebagai anak dan teman-temannya yang Kristen tidak mau lagi bicara dengannya. DeLancey dijauhi bahkan ditertawai.

“Saya senang menjadi seorang Muslim, tak masalah jika teman-teman saya sesama orang Kanada memandang saya aneh karena memilih menjadi seorang Muslim. Karena saya sendiri yang akan mempertanggungjawab kan perbuatan saya pada Allah setelah saya mati.”

“Allah memberi saya kekuatan dan Allah yang Maha Besar menolong saya untuk melewati masa-masa sulit setelah saya masuk agama Islam. Saya punya banyak sekali saudara seiman sekarang,” tandas DeLancey.

Setelah masuk Islam, DeLancey mengubah nama depannya dan jadilah namanya sekarang Abdullah DeLancey. menjadi orang pertama dan satu-satunya pembimbing rohani Islam yang dibolehkan bekerja di rumah sakit di kotanya. Ia juga mengelola sebuah situs Islam Muslimforlife. com yang dididirikannya.

“Saya seorang Muslim dan saya sangat bahagia menjadi seorang Muslim. Rasa syukur saya panjatkan pada Allah swt,” tukas DeLancey mengakhiri kisah perjalanannya dari seorang pembantu pastor menjadi seorang Muslim.(iol)

dikutip oleh mia dari www.eramuslim. com

saudaraku… .
BESYUKURLAH, ALHAMDULILLAHIRABBI L’ALAMIN. .
karena bisa mengenal islam lebih awal.. and feel proud to be moslem.. ok

keep istiqomah..
ALLAHU AKBAR

Oktober 13, 2008 Ditulis oleh jaluarif | artikel | | & Komentar

Kenaikan BBM Cuma Alasan untuk Ciptakan Liberalisasi Sektor Migas

Ni ada wawancara apik dengan pak revrisond baswir yang saya kutip dari era muslim, 24 mei 2008, semoga bermanfaat dan sadar akan serangan-serangan liberalisme sudah semakin gencar..

Kenaikan harga BBM sebenarnya merupakan satu bagian kecil dari upaya liberalisasi sektor migas di negeri ini. Nantinya, Pertamina, perusahaan miyak yang selama ini menjadi pengelola tunggal itu akan bersaing dengan lebih dari 40 perusahaan migas asing yang sudah mengantongi izin untuk membuka 20.000 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di seluruh Indonesia, dengan harga standar internasional.

Berikut ini perbincangan dengan Kepala Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan Universitas Gadjah Mada Drs. Revrisond Baswir, M.B.A, yang ditemui dalam Seminar Peringatan Hari Lahir Pancasila, di Gedung DPR, Jakarta. Berikut petikannya:

Kenaikan BBM ini kedepannya akan berdampak seperti apa?

Untuk mengetahui dampak kenaikan harga BBM, kita harus tahu persis latar belakang dan motivasi. Kalau menurut pemerintah, latar belakangnya apakah untuk mengoreksi yang tidak tepat sasaran, untuk menghemat konsumsi BBM, termasuk untuk menghindari penyelundupan dan sebagainya. Saya kira itu alasan yang dicari-cari, bukan penjelasan namun justru mengaburkan dari motif sebenarnya. Alasan yang sebenarnya adalah sejak pemerintah menandatanganani LOI 1998 di mana kita tunduk pada IMF untuk melepas harga BBM ke harga internasional. Ini sebenarnya bukan soal kenaikan, tapi soal proses bertahap melepas harga BBM ke harga pasar sesuai garis IMF, dan itu sudah difollow up oleh pemerintah yang sejak 1999 sudah membuat draft UU Migas yang baru, tapi pada waktu itu bentrok dengan Pertamina.

Lalu pada tahun 2000, Amerika masuk lewat USAID menyediakan utang untuk memulai proses liberalisasi sektor migas itu. Salah satu yang dikerjakan USAID dalam rangka liberalisasi itu adalah menyiapkan draft UU yang baru, bekerjasama dengan IDB dan World Bank menyiapkan reformasi sektor energi secara keseluruhan. Dalam UU Migas jelas, pasal 28 ayat 2 UU migas mengatakan harga BBM dilepas ke mekanisme pasar, sudah jelas itu.

Yang jadi masalah kemudian, segera setelah UU Migas keluar, pemerintah segera membuka izin bagi perusahaan-perusahaan asing untuk masuk ke berbagai tahap dalam proses migas di tanah air, mulai dari hulu sampai ke hilir. Dan bahkan mereka mengendalikan izin untuk perusahaan asing untuk membuka SPBU, sampai lebih dari 40 perusahaan yang sudah pegang izin untuk membuka SPBU itu. Masing-masing perusahaan diberi kesempatan membuka sekitar 20.000 SPBU di seluruh Indonesia. Target mereka sebenarnya pada 2005 harga BBM sudah bisa dilepas ke pasar, hanya saja di tengah jalan UU migas dibawa ke Mahmakah Konstitusi (MK) oleh serikat pekerja pertamina, disidangkan di MK. Dan pasal 28 tentang pelepasan harga ke pasar itu dibatalkan MK, karena bertentangan dengan konstitusi. Itu sebenarnya yang menggganjal.

Masalahnya mereka kan tidak mau menyerah, setelah dinyatakan UU itu bertentangan dengan konstitusi, mereka jalan terus dengan istilah baru, dari istilah harga pasar menjadi “harga keekonomian”, itu hanya untuk berkelit saja. Karena harga pasar dilarang MK, maka ganti yang lain, tetapi maksudnya sama.

Isu yang tepat dalam kasus ini adalah liberalisasi sektor migas dan pelepasan harga BBM ke harga pasar. Jadi kalau kita lihat, setelah rencana itu gagal tahun 2005, dan muncul istilah harga keekonomian. Maka kini target pemerintah sesuai dengan apa yang diakatakan oleh Pak Budiono (Menko Perekonomian, dulu), setelah naik pada 24 Mei kemarin, diperkirakan pada September 2008 akan naik lagi secara bertahap, sampai ditargetkan selambat-lambatnya 2009 sudah sesuai dengan harga pasar minyak dunia. Sama dengan patokan di New York, kalau dieceran mencapai Rp 12.000 per liter.

Keuntungan apa yang akan diambil dari kebijakan melepas harga BBM ke pasar?

Bukan itu isunya. Isunya hanya dengan melepas harga BBM ke pasar, hanya dengan cara itu SPBU-SPBU asing itu mau beroperasi di sini. Kalau harga bersubsidi bagaimana SPBU asing bisa beroperasi dan bersaing dengan Pertamina, ini masalahnya. Masalahnya soal menangkap peluang investasi. Ada perusahaan asing ingin membuka SPBU asing, berarti SPBU asing ini mau melakukan investasi, tetapi SPBU asing hanya bisa jualan BBM, kalau BBM-nya sesuai dengan harga pasar. Jadi masalah ini saja, soal pasar. Pengakhiran monopoli Pertamina, pembukaan peluang bagi asing untuk berbisnis eceran BBM, dan seterusnya.

Seperti sekarang ini Petronas dan Shell sudah membuka SPBU-nya?

Makanya akibat kenaikan BBM tahun 2005, Shell buka, Petronas juga buka. Tapi apakah masuk akal kalau orang membuka SPBU itu hanya Jabotabek saja, gak mungkinkan, izin yang mereka peroleh, mereka boleh buka 20.000 SPBU di seluruh Indonesia, nah ada 40 perusahaan lebih yang punya izin. Bisa dibayangkan, berapa banyak SPBU yang akan berdiri, dan bukan hanya Jabodetabek, tapi juga seluruh Indonesia.

Pertamina sendirisudah memperkirakan hanya akan mampu menjual maksimal 50 persen saja, 50 persennya akan diambil oleh SPBU-SPBU asing itu. Nah kalau 2009 dilepas ke pasar, rencana terakhir pemerintah adalah bahwa sektor swasta bisa masuk ke bisnis eceran migas dilakukan secara penuh baru pada tahun 2010. Jadi bukan masalah BBM naik, kemiskinan, BLT, bukan isu itu, tapi mereka menganggap ini hanya dampak saja. Lalu kemudian bagaimana dampak itu diperlunak. Tetap saja mereka akan jalan terus dengan agendanya, bagaimana membuat sektor migas hingga terpenuhi sesuai harga pasar.

Saya kira isu lifting tidak relevan, karena ini isunya bukan naiknya berapa persen, bukan itu. Isunya adalah soal melepas harga itu, jadi pemerintah ingin lepas tangan dari urusan harga BBM. Dia gak mau mengatur mau naik, mau gak naik, dia mau lepaskan, jadi isu lifting menjadi tidak penting. Apalagi kalau SPBU beroperasi di sini, gak penting lagi, sumber migasnya darimana, mau impor 100 persen, ya boleh. Itu dia, justru itu malah mengaburkan masalah dari pokok masalah kita.

Masalah ini sekarang sudah mulai masuk ke ranah politik, ada wacana mengimpeach Presiden. Bagaimana ini?

Soal pemakzulan Presiden, kalau kita bicara UU migas, kemudian UU Kelistrikan, kemudian UU APBN, yang terkait dengan subsidi dan lain-lain itu kan atas persetujuan DPR, jadi proses liberalisasi ini juga berlangsung atas persetujuan DPR. Kalau akan dimakzulkan bukan saja Presiden, tapi juga DPR-nya juga dimakzulkan.

Dan itu terbukti di MK, jadi yang melanggar konstitusi bukan hanya pemerintah, tapi juga DPR. Inilah yang menjadi problem sekarang, jadi secara politik masalah ini sangat kompleks, karena belum ada aturan, bagaimana apabila pelanggaran konstitusi dilakukan Presiden dan DPR. Nah ini tidak ada UU-nya, saya sudah menanyakan hal ini kepada hakim agung, celakanya pelanggaran konstitusi ini tidak hanya sekali. UU Listrik batal demi hukum, karena melanggar konstitusi, UU Migas pasal mengenai harga pasar batal karena melanggar konstitusi, UU Penanaman Modal pasal mengenai Hak Guna Usaha karena melanggar konstitusi, UU APBN tiga tahun berturut-turut melanggar konstitusi, ini masalah kita.

Akar permasalah dari kebijakan melepas BBM ke harga pasar?

Masalahnya adalah apa yang disebut dengan Neokolonialisme dan Neoliberalisme.

Solusinya bagaimana?

Solusinya, kita harus memperteguh kembali komitmen sebagai bangsa terhadap cita-cita proklamasi dan amanat konstitusi, ini harus ditegakan kembali. Setelah ini baru mengoreksi semua penyimpangan-penyimpangan, apakah itu kebijakan, peraturan pemerintah, UU, semua itu harus ditertibkan kembali. Karena menurut perkiraan Ketua Mahmakah Konstitusi Jimly Asshiddiqie, 27 persen UU melanggar konstitusi, harus dibereskan dulu. Dari situ baru kita lihat dampak turunannya apakah kepada kontrak bagi hasil, harga BBM, harga listrik, dan lain-lain.

Juni 29, 2008 Ditulis oleh jaluarif | artikel | | 1 Komentar